Surabaya, 3 Agustus 2026
Pernahkah Anda melihat seseorang menendang kucing di jalan atau membebani sapi dengan beban berlebihan?
Sakit hati, kan?
Tahukah Anda bahwa dalam Islam, hewan bukan sekadar benda mati yang bisa diperlakukan semena-mena? Mereka adalah makhluk yang juga bertasbih kepada Allah dan memiliki hak untuk diperlakukan dengan baik.
 |
| "Gambar ilustrasi yang menggambarkan kasih sayang dan perlakuan baik terhadap hewan sesuai ajaran Islam. Seorang muslimah menunjukkan ihsan dengan memberi makan dan memperlakukan kucing dengan lembut, sebagai cerminan dari keimanan dan ajaran Rasulullah SAW yang mencintai semua makhluk Allah." |
Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat baik (ihsan) atas segala sesuatu." (HR. Muslim)
Segala sesuatu—termasuk hewan yang sering kita anggap remeh.
Mari kita pelajari bagaimana Islam mengajarkan kita untuk memperlakukan hewan dengan penuh kasih sayang.
1. Hewan Juga 'Umat' Seperti Kita
Ini fakta yang sering kita lupa: hewan juga makhluk Allah yang punya perasaan, punya 'komunitas', dan bahkan bertasbih.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
"Dan tidak ada satu pun makhluk yang berjalan di bumi dan burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan mereka itu adalah umat-umat (juga) seperti kamu." (QS. Al-An'am: 38)
Umat-umat seperti kita.
Mereka punya cara komunikasi sendiri, punya pemimpin, punya sistem kehidupan. Lalu, atas dasar apa kita menyakiti mereka?
2. Larangan Keras Menyiksa Hewan
Rasulullah SAW sangat tegas dalam hal ini. Beliau melarang:
❌ Menjadikan Hewan sebagai Sasaran
Nabi SAW melaknat orang yang menjadikan sesuatu yang bernyawa sebagai sasaran panah atau tembakan.
Bayangkan, hewan yang tidak berdosa dijadikan 'target practice'. Ini bukan main-main!
❌ Membebani di Luar Kemampuan
Nabi SAW bersabda:
"Janganlah kalian membebani hewan tunggangan kalian dengan beban yang tidak mampu mereka pikul."
Ini termasuk menyuruh sapi menarik gerobak terlalu berat, atau memacu kuda kelelahan tanpa istirahat.
** Memukul Wajah Hewan**
Rasulullah SAW melarang memukul wajah hewan, karena mereka juga bertasbih kepada Allah.
Wajah adalah bagian yang mulia, bahkan untuk hewan.
3. Kisah Nabi dan Induk Burung
Ada kisah mengharukan tentang Rasulullah SAW yang menunjukkan betapa sensitifnya beliau terhadap perasaan hewan.
Suatu ketika, beliau melewati seekor induk burung yang sedang mengerami telurnya. Ketika sahabat mengambil anak burung itu, induknya terbang berputar-putar dan berkicau dengan sedih.
Melihat itu, Nabi SAW bersabda:
"Kembalikan anak burung itu kepada induknya. Kasihanilah induknya yang sedang bersedih." (HR. Abu Daud)
Induk burung bersedih.
Rasulullah SAW mengerti perasaan seekor burung! Lalu bagaimana dengan kita yang sering acuh tak acuh?
4. Memberi Makan Hewan = Sedekah yang Berpahala
 |
| "Infografis yang menampilkan keutamaan berbuat baik kepada hewan dalam Islam. Visual ini menggambarkan kisah wanita pezina yang diampuni dosanya karena memberi minum anjing yang kehausan, serta keutamaan merawat hewan terlantar. Setiap kebaikan kepada makhluk Allah akan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda." |
Ini kabar baik untuk para pecinta hewan:
Memberi makan dan minum hewan adalah sedekah!
Rasulullah SAW bersabda:
"Tidaklah seorang muslim menanam tanaman atau menanam pohon, lalu burung atau manusia atau hewan memakan darinya, melainkan itu menjadi sedekah baginya." (HR. Bukhari & Muslim)
Dan ada kisah terkenal tentang wanita pezina yang diampuni dosanya hanya karena memberi minum seekor anjing yang kehausan.
Seekor anjing! Hewan yang sering kita anggap 'jijik'. Tapi karena kasih sayang, Allah ampuni dosanya.
5. Cara Praktis Berbuat Baik kepada Hewan
Anda tidak perlu jadi aktivis hewan untuk berbuat baik. Ini cara sederhana yang bisa dilakukan hari ini juga:
✅ Beri Makan & Minum
- Sediakan mangkuk air di depan rumah untuk kucing atau burung liar
- Beri makan hewan terlantar, meski hanya sisa makanan yang masih layak
- Jangan biarkan hewan kelaparan di sekitar Anda
✅ Perlakukan dengan Lembut
- Jangan menendang, memukul, atau meneror hewan
- Jika mengusir, lakukan dengan cara yang tidak menyakiti
- Bicara dengan lembut, meski kepada hewan
✅ Jangan Rusak Habitat Mereka
- Jangan membakar sarang burung atau semut
- Jangan mencemari sungai tempat ikan hidup
- Hormati ruang hidup mereka
✅ Adopsi atau Rawat dengan Bertanggung Jawab
- Jika memelihara, penuhi kebutuhan mereka (makan, minum, tempat tinggal)
- Jangan mengurung di kandang sempit tanpa ruang gerak
- Bawa ke dokter hewan jika sakit
- Jangan pernah menelantarkan hewan yang sudah Anda pelihara
Refleksi: Sudahkah Kita Menjadi 'Rahmat' bagi Hewan?
Rasulullah SAW diutus sebagai rahmatan lil 'alamin—rahmat bagi seluruh alam.
Termasuk rahmat bagi hewan.
Pertanyaannya:
- Apakah kehadiran kita membuat hewan merasa aman?
- Atau justru membuat mereka takut dan terluka?
Mari kita evaluasi diri.
Setiap kali kita berbuat baik kepada hewan—memberi makan kucing jalanan, tidak menginjak semut, menyayangi hewan peliharaan—itu adalah bukti keimanan kita.
Karena orang beriman itu kasih sayang, bukan penyiksa.
Penutup: Setiap Makhluk Berhak Mendapat Kasih Sayang
Ingatlah, suatu hari nanti kita akan dimintai pertanggungjawaban.
Termasuk tentang bagaimana kita memperlakukan makhluk yang lebih lemah dari kita.
Hewan tidak bisa bicara dengan bahasa kita. Tapi mereka bisa merasakan sakit. Mereka bisa merasakan takut. Mereka bisa merasakan kasih sayang.
Jadilah manusia yang dirindukan oleh hewan-hewan di sekitar Anda.
Bukan manusia yang ditakuti dan dihindari.
Karena sesungguhnya, berbuat baik kepada hewan adalah cerminan dari kebaikan hati kita kepada Allah. 🐾