Surabaya, 6 Agustus 2026
 |
| Dua kaki ini membawaku berjalan setiap hari. Pertanyaannya: ke mana? 🚶♂️ |
Sore itu, aku duduk di teras belakang, tidak melakukan apa-apa.
Seekor kucing melintas dengan empat kakinya. Seekor ayam mematuk tanah dengan dua kakinya. Dan di dekat selokan, seekor ulat perlahan merayap dengan perutnya.
Tiga makhluk, tiga cara berjalan, satu halaman.
Lalu, sebuah ayat yang sudah lama kuhafal tapi tak pernah benar-benar kuresapi tiba-tiba muncul di kepala:
"Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya, dan sebagian berjalan dengan dua kaki, dan sebagian (lagi) berjalan dengan empat kaki..." (QS An-Nur: 45)
Aku menatap kakiku sendiri. Ah. Aku yang berjalan dengan dua kaki.
Tapi ada satu perbedaan antara aku dan ayam di halaman itu.
Ayam itu tidak akan pernah sekalipun mempertanyakan kenapa ia berkaki dua. Ia tidak akan mencoba berenang seperti ikan, atau memanjat seperti kucing. Ia hidup persis seperti diciptakan mematuk, bertelur, bertasbih dengan caranya sendiri. Kucing tidak iri pada burung. Ulat tidak mengeluh karena tak punya kaki.
Para ulama mengatakan: semua makhluk itu berada dalam keadaan berserah diri. Seluruh hidupnya adalah sujud. Mereka tidak punya pilihan dan justru karena itu, mereka tidak pernah tersesat.
Manusia berbeda.
Kita, yang berkaki dua, diberi sesuatu yang membuat para malaikat memperhatikan: pilihan. Dua kaki yang sama bisa membawa kita ke masjid saat subuh, bisa juga membawa kita ke tempat yang menjauhkan kita dari-Nya. Kakinya sama. Yang beda adalah tujuannya.
Karena itulah manusia bisa naik lebih tinggi dari malaikat, dan bisa juga jatuh lebih rendah dari hewan yang merayap dengan perutnya.
Sore itu, aku bertanya pada diri sendiri pelan-pelan: dua kaki ini ke mana saja aku melangkah belakangan ini?
Berapa langkah yang mendekatkanku, dan berapa langkah yang diam-diam menjauhkanku?
Aku belum punya jawaban. Tapi setidaknya, sekarang aku tahu pertanyaan yang benar untuk diajukan.
Dan sadarlah aku: setiap hari, dalam setiap salat, kita sebenarnya selalu mendoakan dua kaki ini "Tunjukilah kami jalan yang lurus."
Ternyata, yang kita minta bukan sekadar jalan. Tapi arah untuk langkah.
P.S. Hari ini, dua kakimu membawamu ke mana? Tidak perlu dijawab keras-keras jawab saja pelan di hati. 🚶♂️
Artikel keren lainnya: